Sejarah Singkat Bodhisattva Sangharama / Guan Yu

28 03 2010

Sebagian besar orang bisa saja tidak mengenal nama Bodhisattva Sangharama, tetapi begitu melihat citra rupang seorang jendral gagah perkasa dengan jenggot panjang indah bergemulai dan paras muka merah lebam berkilau, maka mereka pasti akan langsung tahu. Ya, Bodhisattva Sangharama adalah Guan Yu alias Guan Gong (Kwan Kong).

Siapa tidak tahu Guan Yu? Banyak orang mengetahuinya dari cerita Sam Kok (Kisah Tiga Negara) dan game Dynasty Warrior. Namun, tahukah kita bagaimana latar belakang Guan Yu hingga dinobatkan sebagai Dharmapala (Pelindung Dharma) dalam tradisi Mahayana Tiongkok?

Guan Yu (160 – 219 M), alias Yun Chang, lahir pada tanggal 24 bulan 6 Imlek, adalah penduduk asal Jiezhou, Hedong (sekarang Yuncheng, Propinsi Shanxi). Sejak kecil dididik dalam bidang kesusastraan dan sejarah. Beliau sangat menggemari kitab sejarah Chunqiu (Musim Semi dan Gugur) dan Zuozhuan (kitab sejarah karya Zuo Qiuming). Guan Yu memiliki 3 anak: Guan Ping, Guan Xing dan Guan Suo.
Salah satu watak istimewa yang dimiliki Guan Yu adalah jiwa setia dan ksatria, beliau berani membela yang lemah dan tertindas. Tahun 184, Guan Yu melarikan diri dari kampung halamannya setelah membunuh orang demi membela kaum lemah. Beliau menuju wilayah Zuo, kemudian berkenalan dengan Liu Bei dan Zhang Fei. Liu Bei adalah anggota keluarga Kaisar Kerajaan Han yang sedang merekrut prajurit untuk membasmi pemberontakan Serban Kuning. Karena memiliki cita-cita yang sama, maka mereka bertiga menjalin tali persaudaraan yang dikenal dengan sebutan Tiga Pertalian Setia di Taman Bunga Persik. Semenjak itu, mereka bertiga berkomitmen sehidup semati memperjuangkan cita-cita penegakan hukum demi membersihkan Kerajaan Han dari gerogotan korupsi dan pengkhianatan.

Namun Kerajaan Han yang telah berdiri kokoh selama 400 tahun itu akhirnya terpecah menjadi 3 kerajaan, yang mana Liu Bei sebagai salah satu anggota keluarga kerajaan menyatakan diri sebagai penerus Dinasti Han. Era inilah yang kemudian terkenal dengan sebutan San Guo (Sam Kok – Tiga Negara). Perjuangan keras tiga bersaudara Taman Bunga Persik untuk mempersatukan Tiongkok tidak berhasil. Begitulah hingga Read the rest of this entry »



Tie a Yellow Ribbon: Ikatkan Sehelai Pita Kuning Bagiku

16 12 2009

Pada tahun 1971 surat kabar New York Post menulis kisah nyata tentang seorang pria yang hidup di sebuah kota kecil di White Oak, Georgia, Amerika. Pria ini menikahi seorang wanita yang cantik dan baik, sayangnya dia tidak pernah menghargai istrinya. Dia tidak menjadi seorang suami dan ayah yang baik. Dia sering pulang malam- malam dalam keadaan mabuk, lalu memukuli anak dan isterinya.

Satu malam dia memutuskan untuk mengadu nasib ke kota besar, New York. Dia mencuri uang tabungan isterinya, lalu dia naik bis menuju ke utara, ke kota besar, ke kehidupan yang baru. Bersama-sama beberapa temannya dia memulai bisnis baru. Untuk beberapa saat dia menikmati hidupnya. Sex, gambling, drug. Dia menikmati semuanya.

Bulan berlalu. Tahun berlalu. Bisnisnya gagal, dan ia mulai kekurangan uang. Lalu dia mulai terlibat dalam perbuatan kriminal. Ia menulis cek palsu dan menggunakannya untuk menipu uang orang. Akhirnya pada suatu saat naas, dia tertangkap. Polisi menjebloskannya ke dalam penjara, dan pengadilan menghukum dia tiga tahun penjara.

Menjelang akhir masa penjaranya, dia mulai merindukan rumahnya. Dia merindukan istrinya. Dia rindu keluarganya. Akhirnya dia memutuskan untuk menulis surat kepada istrinya, untuk menceritakan betapa menyesalnya dia. Bahwa dia masih mencintai isteri dan anak-anaknya.

Dia berharap dia masih boleh kembali. Namun dia juga mengerti bahwa mungkin sekarang sudah terlambat, oleh karena itu ia mengakhiri suratnya dengan menulis, “Sayang, engkau tidak perlu menunggu aku.

Namun jika engkau masih ada perasaan padaku, maukah kau nyatakan?

Jika kau masih mau aku kembali padamu, ikatkanlah sehelai pita kuning bagiku, pada satu-satunya pohon beringin yang berada di pusat kota. Apabila aku lewat dan tidak menemukan sehelai pita kuning, tidak apa-apa. Aku akan tahu dan mengerti. Aku tidak akan turun dari bis, dan akan terus menuju Miami. Dan aku berjanji aku tidak akan pernah lagi menganggu engkau dan anak-anak seumur hidupku.”

Akhirnya hari pelepasannya tiba. Dia sangat gelisah. Dia tidak menerima surat balasan dari isterinya. Dia tidak tahu apakah isterinya menerima suratnya atau sekalipun dia membaca suratnya, apakah dia mau mengampuninya? Dia naik bis menuju Miami, Florida, yang melewati kampung halamannya, White Oak. Dia sangat sangat gugup. Seisi bis mendengar ceritanya, dan mereka meminta kepada sopir bus itu, “Tolong, pas lewat White Oak, jalan pelan-pelan…kita mesti lihat apa yang akan terjadi…”

Hatinya berdebar-debar saat bis mendekati pusat kota White Oak. Dia tidak berani mengangkat kepalanya. Keringat dingin mengucur deras.

Akhirnya dia melihat pohon itu. Air mata menetas di matanya…

Dia tidak melihat sehelai pita kuning…

Tidak ada sehelai pita kuning….

Tidak ada sehelai……

Melainkan ada seratus helai pita-pita kuning….bergantungan di pohon beringin itu…Ooh…seluruh pohon itu dipenuhi pita kuning…!!!!!!!!!!!!

Kisah nyata ini menjadi lagu hits nomor satu pada tahun 1973 di Amerika. Sang sopir langsung menelpon surat kabar dan menceritakan kisah ini. Seorang penulis lagu menuliskan kisah ini menjadi lagu, “Tie a Yellow Ribbon Around the Old Oak Tree”, dan ketika album ini di-rilis pada bulan Februari 1973, langsung menjadi hits pada bulan April 1973.

I’m coming home
I’ve done my time And I have to know what is or isn’t mine
If you received my letter telling you I’d soon be free
Then you’d know just what to do
If you still want me
If you still want me
Oh tie a yellow ribbon
‘Round the old oak tree It’s been three long years
Do you still want me If I don’t see a yellow ribbon ‘Round the old oak tree
I’ll stay on the bus, forget about us
Put the blame on me If I don’t see a yellow ribbon ‘Round the old oak tree
Bus driver please look for me ‘Cause I couldn’t bare to see what I might see
I’m really still in prison And my love she holds the key
A simple yellow ribbon’s all I need to set me free
I wrote and told her please
Oh tie a yellow ribbon ‘Round the old oak tree It’s been three long years
Do you still want me If I don’t see a yellow ribbon ‘Round the old oak tree
I’ll stay on the bus, forget about us
Put the blame on me If I don’t see a yellow ribbon ‘Round the old oak tree
Now the whole damn bus is cheering And I can’t believe
I see A hundred yellow ribbons ‘Round the old, the old oak tree
Tie a ribbon ’round the old oak tree…



Tipe programmer saya

8 12 2009

Ini merupakan hasil tes saya dari   http://www.doolwind.com/index.php?page=11

Your programmer personality type is:

PLSB

You’re a Planner.
You may be slow, but you’ll usually find the best solution. If something’s worth doing, it’s worth doing right.

You like coding at a Low level.
You’re from the old school of programming and believe that you should have an intimate relationship with the computer. You don’t mind juggling registers around and spending hours getting a 5% performance increase in an algorithm.

You work best in a Solo situation.
The best way to program is by yourself. There’s no communication problems, you know every part of the code allowing you to write the best programs possible.

You are a liBeral programmer.
Programming is a complex task and you should use white space and comments as freely as possible to help simplify the task. We’re not writing on paper anymore so we can take up as much room as we need.



The truth abaout TILANG FORM BIRU

9 05 2009

No offense buat yang bikin thread tentang tilang. Saya menghargai buat yang bikin thread, karena memberi ajakan untuk melawan korupsi, tapi di sini saya amau bantu memperjelas fakta yang ada.

Terutama post http://blog.jflinq.com/?p=55 Memang jangan sekali - kali mencoba untuk menyuap oknum polisi karena dapat berakibat fatal serta memupuk sifat korupsi di tanah air. Namun isu yang beredar selama ini tentang form biru

TIDAK 100% benar.

The truth about “FORM BIRU”:

1. Kalau ditilang minta form biru berarti kita sudah mengakui kesalahan dan tidak perlu lagi menghadiri sidang, cukup membayar denda. Ke mana? Ke Bank BRI lah, tapi yang pasti TIDAK BISA LEWAT ATM.

2. Lalu ke mana ambil surat yang ditahan kalau sudah bayar denda? Bisa kembali ke Read the rest of this entry »



10 Status Code Definitions Website

28 03 2009

Each Status-Code is described below, including a description of which method(s) it can follow and any metainformation required in the response.

10.1 Informational 1xx

This class of status code indicates a provisional response, consisting only of the Status-Line and optional headers, and is terminated by an empty line. There are no required headers for this class of status code. Since HTTP/1.0 did not define any 1xx status codes, servers MUST NOT send a 1xx response to an HTTP/1.0 client except under experimental conditions.

A client MUST be prepared to accept one or more 1xx status responses prior to a regular response, even if the client does not expect a 100 (Continue) status message. Unexpected 1xx status responses MAY be ignored by a user agent.

Proxies MUST forward 1xx responses, unless the connection between the proxy and its client has been closed, or unless the proxy itself requested the generation of the 1xx response. (For example, if a

proxy adds a “Expect: 100-continue” field when it forwards a request, then it need not forward the corresponding 100 (Continue) response(s).)

—-> 10.1.1 100 Continue

The client SHOULD continue with its request. This interim response is used to inform the client that the initial part of the request has been received and has not yet been rejected by the server. The client SHOULD continue by sending the remainder of the request or, if the request has already been completed, ignore this response. The server MUST send a final response after the request has been completed. See section 8.2.3 for detailed discussion of the use and handling of this status code.

—-> 10.1.2 101 Switching Protocols

The server understands and is willing to comply with the client’s request, via the Upgrade message header field (section 14.42), for a change in the Read the rest of this entry »



Asal mula Chun Lian

26 03 2009

Setiap Tahun Baru Imlek, masyarakat di CHina selain makan jiaozi (Chinese dumpling), membakar petasan, saling mengunjungi, dan mengucapkan selamat tahun baru, juga melakukan satu hal yang mencolok, yakni tie chun lian atau menempelkan tulisan di sisi kiri dan kanan pintu rumah atau pintu gerbang. Chun lian itu adalah sepasang tulisan di atas kertas merah. Maksud semula menempel chun lian adalah untuk mengusir hantu dalam rumah atau mencegah roh-roh jahat masuk ke dalam rumah atau suatu wilayah untuk mengganggu anggota rumah atau warga.

Mengapa orang-orang di daratan China mmpunyai keyakinan seperti itu?

Pada zaman dahulu, di sebelah timur laut negeri itu, ada sebuah hutan pohon persik di atas sebuah gunung, Pohon persik bermacam-macam ukurannya, ada yang kecil, ada juga yang sangat besar. Di antara pohon persik yang ada di hutan itu, terdapat satu pohon yang Read the rest of this entry »



Sukses Pendidikan Tidak Menjamin Suksesnya Seseorang

11 03 2009

Jaman krisis global begini, cari kerja tidaklah mudah. Banyak yang terkena PHK, banyak yang stres karena kehilangan pekerjaannya. Sekolah tinggi belum tentu menjamin akan mendapat pekerjaan. Seperti yang ayah saya pernah katakan, “Sukses pendidikan, tidak menjamin suksesnya seseorang.” Banyak sekali orang yang saya temui bekerja sebagai salesman di took-toko dengan gelar yang mengejutkan. Bayangkan saja seorang salesman furniture di sebuah mal punya gelar sarjana teknik sipil. Ada juga salesman sofa di daerah elit bergelar MBA.

Sungguh menakutkan jika melihat kenyataan dunia ini. Sekolah tinggi dengan biaya yang tidak sedikit, dengan perjuangan yang tidak mudah, tetapi akhirnya tidak sesuai harapan dan cita-cita. Tapi menjadi sales tuh sudah sangat baik ketimbang mementingkan gengsi hingga tidak bekerja dan malah menambah beban orangtua di rumah.
Read the rest of this entry »



Penting Untuk Diketahui (Bila di Tilang di Jalanan)

22 02 2009

Beberapa waktu yang lalu sekembalinya Hang out, saya pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan yang menarik ketika saya menumpang taksi tersebut, yaitu ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi. Sempat teringat oleh saya dialog antara polisi dan sopir taksi.
Polisi (P) : Selamat siang mas, bisa lihat Sim dan STNK?
Sopir (Sop) : Baik Pak…
P : Mas tau..kesalahannya apa?
Sop : Gak pak
P : Ini nomor polisinya gak seperti seharusnya (sambil nunjuk ke plat nomor taksi yg memang gak standar) sambil langsung mengeluarkan jurus sakti mengambil buku tilang…lalu menulis dengan sigap
Sop : Pak jangan ditilang deh… wong plat aslinya udah gak tau ilang kemana… kalo ada pasti saya pasang
P : Sudah…saya tilang saja…kamu tau gak banyak mobil curian sekarang… (dengan nada keras !! )
Sop : (Dengan nada keras juga ) Kok gitu! taksi saya kan Ada STNK nya pak , ini kan bukan mobil curian!
P : Kamu itu kalo di bilangin kok Read the rest of this entry »



Karakter Fu yang terbalik

5 02 2009

Karena wordpress ini tidak support mandarin pada wordpress, Fu yg ada tanda tanya, tulisan seperti pada gambar

Di China, huruf Fu ( ? ) itu berarti berkat, namun mengapa harus ditempel secara terbalik? Apakah karena orang dulu telah salah menempel lalu dipandang sebagai sesuatu yang bermakna sehingga sampai sekarang orang menempelkan huruf Fu secara terbalik? Atau adakah makna di balik karakter Fu yang di tempel terbalik? Read the rest of this entry »



10 Kunci Kebijakan Cinta

4 02 2009

Ketika seseorang berfikir tentang “cinta”, seorang bijak justru menemukan
10 kunci kebijaksanaan cinta dalam kehidupannya. Ia berpesan, “Jangan
pernah kamu melupakan kesepuluh kunci ini ketika kamu mulai berfikir untuk
mencintai seseorang”,

1. Sangatlah menyakitkan mencintai seseorang, tetapi ia Read the rest of this entry »